Halaman

▼

Senin, 10 Februari 2014

Psikologi Umum 2: Pengantar Psikologi

Hubungan antara jiwa dan badan terletak di OTAK.
OTAK memiliki 2 fungsi besar:
1.   Mengendali perilaku;
2.   Mengatur fungsi faali.

Psikologi yang mempelajari hubungan jiwa dan badan:
a.   Psikologi Fisiologi/faali (Physiological Psychology): Biasanya mempelajari binatang di laboratorium.
b.   Psikologi syaraf (Neuro Psychology): Mempelajari manusia yang mempunyai masalah di otak dan syaraf.

Susunan syaraf pusat terdiri dari syaraf tulang belakang dan tiga bagian utama otak
Cerebellum                        : Mengendali dan mengkoordinasi gerakan-gerakan
Batang Otak (brain stem)    : Mengendalikan fungsi faali dan perilaku otomatis
Cerebral hemisphere          : Fungsi-fungsi utama lainanya
Otak berhubungan dengan bagian tubuh lainnya melalui susunan syaraf peripheral.

Permukaan cerebral hemisphere dilapisi oleh cerebral cortex yang berwarna abu-abu.

Dalam cerebral cortex ini terdapat fungsi:
•  Persepsi
•  Memory
•  Perencanaan
•  Pelaksanaan

Susunan syaraf peripheral terdiri dari syaraf-syaraf yang menghubungkan otak dengan: indera, otot-otot dan kelenjar.

Syaraf mengatur lalu-lintas keluar dan masuk.

Alat-alat indera mendeteksi perubahan dilingkungan dan mengirim sinyal melalui syaraf ke syaraf-syaraf pusat dan otak mengirim sinyal melalui syaraf ke otot (menyebabkan perilaku) dan kelenjar-kelenjar (menyebabkan penyesuaian dalam proses faali).

Cerebral Cortex memiliki 4 bagian (lobe)
Occipital lobe       : Penglihatan
Temporal lobe     : Pendengaran
Parietal lobe        : Persepsi badan dan spatial (ruang)
Frontal lobe         : Perencanaan dan pergerakan

Susunan Syaraf
Satu neuron berhubungan dengan neuron lain melalui hubungan synapse secara kimiawi.
Axon meletuskan bahan transmisi yang dilepaskan dari synapse.

Teori dan Konsep Perilaku

Pendahuluan
•  Proses perkembangan perilaku manusia sebagian ditentukan oleh kehendaknya sendiri, sebagian bergantung pada alam, sedangkan makhluk lain sepenuhnya bergantung pada alam.
•  Ciri manusia memiliki kebutuhan yang secara terus menerus untuk dipenuhinya.
•  Manusia dibekali cipta (kognitif), rasa (afektif), karsa (psikomotor).
•  Perilaku manusia tidak lepas dari proses pematangan organ-organ tubuh.
•  Perilaku individu tidak timbul dengan sendirinya, tetapi akibat adanya stimulus, baik internal maupun eksternal.

Pengertian Perilaku
— Dari Sudut Biologis:
Suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan, yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
— Soekidjo Notoatmodjo, 1993:
Suatu aktivitas manusia itu sendiri.
— Secara Operasional (Soekidjo Notoatmodjo, 1993):
Suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut.
— Ensiklopedia Amerika:
Suatu aksi – reaksi  organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut Rangsangan.
— Robert Kwick,1974:
Tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari.
— Sri Kusmiyati & Desminiarti, 1990:
Proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
— Sunaryo, 2004:
Aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.

Ciri-ciri perilaku manusia yang membedakan dengan makhluk lain
— Menurut Sarlito Wirawan, 1983, Ciri-ciri perilaku manusia yang membedakan dengan makhluk lain adalah:
–    Kepekaan sosial
–    Kelangsungan perilaku
–    Orientasi pada tugas
–    Usaha dan perjuangan
–    Tiap individu adalah unik

Kepekaan Sosial:
— Kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan perilakunya sesuai dengan pandangan dan harapan orang lain.
— Manusia adalah makhluk sosial yang dalam hidupnya perlu kawan dan bekerjasama dengan orang lain.
— Perilaku manusia adalah situasional, artinya perilaku manusia akan berbeda pada situasi yang berbeda.
— Example: perilaku manusia  saat ta’ziah (melayat) dengan perilaku saat pesta.

Kelangsungan Perilaku
— Antara perilaku yang satu ada kaitannya dengan perilaku yang lain, perilaku sekarang adalah kelanjutan perilaku yang baru lalu, dst.
— Perilaku manusia terjadi secara berkesinambungan bukan secara serta merta.
— Perilaku manusia tidak pernah berhenti pada suatu saat.
— Example: mahasiswa yang setiap hari kuliah akhirnya lulus dan memiliki kepandaian serta skill dibidangnya, kemudian peroleh pekerjaan–penghasilan–berumahtangga–keturunan–cucu dst.

Orientasi pada Tugas
— Setiap perilaku manusia selalu memiliki orientasi pada suatu tugas tertentu.
— Seorang mahasiswa yang rajin belajar menuntut ilmu, orientasinya adalah untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tertentu.
— Individu yang bekerja, berorientasi untuk menghasilkan sesuatu.
— Example: mahasiswa yang giat belajar untuk semesteran, malam hari tidur agak lebih cepat agar bisa belajar, besok pagi badan terasa segar sehingga mampu mengerjakan soal dengan baik.

Usaha dan Perjuangan
— Usaha dan perjuangan pada manusia telah dipilih dan ditentukan sendiri, serta tidak akan memperjuangkan sesuatu yang memang tidak ingin diperjuangkan.
— Manusia memiliki cita-cita (aspirasi) yang ingin diperjuangkannya, sedangkan hewan hanya berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang sudah tersedia di alam.

Tiap-tiap Individu Manusia adalah Unik
— Unik berarti manusia satu berbeda dengan manusia yang lain dan tidak ada 2 manusia yang sama persis di muka bumi ini, walaupun ia dilahirkan kembar.
— Manusia mempunyai ciri-ciri, sifat, watak, tabiat, kepribadian, motivasi tersendiri yang membedakannya dari manusia lainnya.
— Perbedaan pengalaman yang dialami individu pada masa silam dan cita-citanya kelak dikemudian hari, menentukan perilaku individu di masa kini yang berbeda-beda pula.


Dosen: Dra. Iis Islahiyyah Kamilah, M.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar