Senin, 02 Juni 2014

2. Psikologi Kepribadian

PENGERTIAN TEORI

Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar-variabel, dengan menentukan hubungan antar-variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. 

Teori adalah sekumpulan pernyataan yang mempunyai kaitan logis yang merupakan cerminan dan kenyataan yang ada mengenai sifat-sifat suatu kelas, peristiwa atau suatu benda.

Teori adalah seperangkat konsep/konstruk, defenisi dan proposisi yang berusaha menjelaskan hubungan sistimatis suatu fenomena, dengan cara memerinci hubungan sebab-akibat yang terjadi.

Pengertian atau istilah teori dalam Dictionary Americana dalam bahasa Indonesia, bahwa teori adalah:
a. Suatu yang sistematis tentang fakta-fakta yang berkaitan dengan dalil-dalil nyata atau dalil-dalil hipotesis.
b. Suatu penjelasan hipotesis tentang fenomena, atau sebagai hipotesis yang belum teruji secara empiris.
c. Suatu eksposisi tentang prinsip-prinsip umum atau prinsip-prinsip abstrak ilmu humaniora yang berasal dari praktik.
d. Suatu rencana atau sistem yang dapat dijadikan suatu metode bertindak.
e. Suatu doktrin atau hukum yang hanya didasarkan atas renungan spekulatif.


Pengertian teori menurut beberapa ahli:
# Labovitz dan Hagedorn
Teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.

# Ismaun
mengemukakan bahwa teori adalah pernyataan yang berisi kesimpulan tentang adanya keteraturan subtantif.

# JONATHAN H. TURNER
Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.

# LITTLEJOHN & KAREN FOSS
Teori merupaka sebuah sistem konsep yang abstrak dan hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena.

# KERLINGER
Teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena.

# NAZIR
Teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian.

# STEVENS
Teori adalah suatu pernyataan yang isinya menyebabkan atau mengkarakteristikkan beberapa fenomena.

# FAWCETT
Teori adalah suatu deskripsi fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain.

# TRAVERS
a theory consist of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive. Teori terdiri dar generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi sebuah fenomena.

# EMORY – COOPER
Teori merupakan suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variabel yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasikan, sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu.

# CALVIN S. HALL & GARDNER LINZEY
Teori adalah hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti.

# KING
Teori adalah sekumpulan konsep yang ketika dijelaskan memiliki hubungan dan dapat diamati dalam dunia nyata.

# MANNING
Teori adalah seperangkat asumsi dan kesimpulan logis yang mengaitkan seperangkat variabel satu sama lain. Teori akan menghasilkan ramalan-ramalan yang dapat dibandingkan dengan pola-pola yang diamati.

# Dagobert Runes dalam sadulloh (2009; 3)
a. Teori merupakan suatu hipotesis tentang segala masalah, dapat diuji tetapi tidak perlu diuji.
b. Teori adalah merupakan lawan dari praktik, merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis dari kesimpulan umum relatif.
c. Teori diartikan sebagai lawan dari hukum dan observasi , sesuatu deduksi dari aksioma-aksioma dan teorema-teorema suatu sistem yang pasti (tidak perlu diuji) secara relatif kurang problematis dan lebih banyak diterima dan diyakini.

# Talcott P dan Robert
Teori adalah epernagkat penyataan-pernayataan yang secara sistematit berhubungan atau sering disebut teori adalah sekumpulan definisi konsep dan porposisi yang saling berkaitan yang menghadirkan suatu tujuan yang sistematic atau fenomena yang ada dengan menunjukan hubungan yang khas di antara variabel-variabel.

#KNELLER
teori mempunyai dua pengertian yang pertama, bahwa teori itu empiris, dalam arti sebagai suatu hasil pengujian terhadap hipotesisi dengan melalui observasi dan eksprimen. Kedua, teori dapat diperoleh melalui berpikir sistematis spekulatif, dengan metode deduktif. Kneller mengemukakan bahwa teori ini merupakan “a set of koherent thounght”, seperangkat berpikir koheren, yang sesuai dengan koherensi tentang kebenaran.

[Download]

2. Pengantar Ilmu Statistika

INSTRUMEN PENELITIAN

Penyusun instrumen penelitian harus memahami jenis skala pengukuran yang digunakan dan tipe skala pengurutan agar instrumen bisa diukur sesuai apa yang hendak diukur dan bisa dipercaya serta reliable (konsisten) terhadap permasalahan instrumen penelitian.


DUA TIPE SKALA PENGUKURAN

1.   Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian. Termasuk tipe ini adalah: skala sikap, skala moral, test karakter, skala partisipasi sosial.
2.   Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial. Termasuk tipe ini adalah: mengukur status ekonomi, lembaga swadaya masyarakat, kemasyarakatan, kondisi rumah tangga, dll.


MAKSUD SKALA PENGUKURAN

  Untuk mengklasifikasikan variabel yang akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data dan langkah penelitian.
  Jenis skala sikap: Likert, Guttman, Skala diferensial semantik, rating scale, dan Thurstone.
  Skala sikap dikenal dengan skala interval dan ratio yang sering digunakan untuk mengukur gejala dalam penelitian sosial.


KAIDAH

  Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi.
  Dimensi dijabarkan menjadi sub variabel.
  Sub variabel dijabarkan menjadi indikator-indikator.
  Indikator inilah yang dapat dijadikan titik tolak untuk membuat instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.
  Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata.


SKALA LIKERT

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dalam penelitian gejala sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel.


PERNYATAAN/PERTANYAAN POSITIF

  Sangat setuju (SS) skor 5
  Setuju (S) skor 4
  Netral  (N) skor 3
  Tidak setuju (TS) skor 2
  Sangat tidak setuju (STS) skor 1


PERNYATAAN/PERTANYAAN NEGATIF

  Sangat setuju (SS) skor 1
  Setuju (S) skor 2
  Netral  (N) skor 3
  Tidak setuju (TS) skor 4
  Sangat tidak setuju (STS) skor 5


BENTUK CHECKLIST (P)
No.
Pernyataan/Pertanyaan
SS
S
N
TS
STS
1
2
3
4
5
6
7























CONTOH

Dalam hubungan teknik pengumpulan data angket, instrumen  disebarkan kepada 70 responden, kemudian direkapitulasi.
Skor 5 ada 2 orang
Skor 4 ada 8 orang
Skor 3 ada 15 orang
Skor 2 ada 25 orang
Skor 1 ada 20 orang


Cara menghitung skor dalam penelitian

Jumlah skor untuk 2 orang menjawab 5 :    2 x 5 =  10
Jumlah skor untuk 8 orang menjawab 4 :    8 x 4 =  32
Jumlah skor untuk 15 orang menjawab 3 : 15x 3 =  45
Jumlah skor untuk 25 orang menjawab 2 : 25 x2 = 50
Jumlah skor untuk 20 orang menjawab 1 : 20 x 1 = 20
Jumlah = 157
Jumlah skor ideal untuk item no.1 (skor tertinggi)
5 x 70 = 350
Jumlah skor terendah = 1 x 70 = 70


Cara menghitung

Berdasarkan data (item no.1) yang diperoleh dari 70 orang respoden suatu pernyataan:
157/350 x 100% = 44,86%

Kriteria interprestasi skor
Angka   0%  -  20% = sangat lemah
Angka 12%  -  40% = lemah
Angka 41%  -  60% = Cukup
Angka 61%  -  80% = Kuat
Angka 81%  -  100% = Sangat kuat
 

CARA MENGHITUNG

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka dapat diketahui:
2 orang yang menyatakan SS =2/70x100%=2,86%
8 orang menyatakan S= 8/70x100%=11,43%
15 oarang menyatakan N=15/70 x100%=21,43%
25 orang menyatakan TS=25/70x100%=35,71%
20orang menyatakan STS=20/70x100%=28,57%


SKALA GUTTMAN

Skala Guttman merupakan skala kumulatif. Skala Guttman disebut juga skala scalogram yang sangat baik untuk meyakinkan peneliti tentang kesatuan dimensi dan sikap atau sifat yang diteliti, yang sering disebut dengan atribut universal.


PERBEDAAN SKALA LIKERT DAN SKALA GUTTMAN

Skala Likert terdapat jarak (interval) biasanya ada lima:
-       Sangat Benar (SB) s.d. Sangat tidak benar (STB)
-       Sangat setuju (SS) s.d. Sangat tidak setuju (STS)

Sedangkan skala Guttman hanya dua:
-       Benar (B) dan salah (S)
-       Ya atau Tidak


SKALA DIFERENSIAL SEMATIK

Disebut juga skala perbedaan semantik berisikan karakteristik bipolar (dua kutub), seperti :
Panas - dingin
Populer - tidak populer
Baik - tidak baik
dst


Dimensi karakteristik bipolar

Karakteristik bipolar memiliki tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap objek:
  1. Potensi, yaitu kekutan atau atraksi fisik suatu objek.
  2. Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan suatu objek.
  3. Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan suatu objek.
  
RATING SCALE

Data mentah yang didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Responden menjawab. Contoh:
Ketat-longgar; sering dilakukan-tidak pernah dilakukan; lemah-kuat; positif-negatif; baik-buruk; menekan-mendidik; aktif-pasif; besar-kecil. Responden tidak menjawab dari data kualitatif yang sudah tersedia, melainkan menjawab salah satu dari jawaban kuantitatif yang telah disediakan.


SKALA THURSTONE

Meminta responden untuk memilih pernyataan yang ia setujui dari beberapa pernyataan yang menyajikan pandangan yang berbeda-beda. Pada umumnya setiap item mempunyai asosiasi nilai antara 1 sampai dengan 10, tetapi nilainya tidak diketahui oleh responden. Pemberian nilai ini berdasarkan jumlah tertentu pernyataan yang dipilih oleh responden mengenai angket tersebut.


PERBEDAAN SKALA THURSTONE DAN SKALA LIKERT

Pada skala Thurstone, interval yang panjangnyasama memiliki intensitas kekuatan yang sama.
Pada skala Likert tidak perlu sama.

Senin, 12 Mei 2014

1. Psikologi Kepribadian


Institusi           : STKIP Suluh Bangsa
Jurusan            : Bimbingan dan Konseling
Mata Kuliah    : Psikologi Kepribadian
Dosen              : Drs. Endang Sutisna, M.Pd
Semester/TM   : 3/1

Dinamika Kepribadian menurut Sigmund Freud [PDF] [PPT]

Persepsi tentang Sifat Manusia
a. Perilaku manusia ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa enam tahun pertama dalam kehidupan. Pandangan ini menunjukkan bahwa aliran teori Freud adalah deterministik.
b.  Konsep Freud yang terkenal adalah pikiran bawah sadar sebagai pengendali perilaku.

3 Struktur Kepribadian
a.  Id (das es): aspek biologis dan original dalam kepribadian (pleasure principle).
b.  Ego (das ich): aspek psikologis dan timbul karena kebutuhan untuk berhubungan dengan dunia nyata (reality principle).
c.  Super Ego (das euber ich): aspek sosiologi kepribadian dan berhubungan dengan nilai dan norma (ideal principle).

Kesadaran dan Ketidaksadaran
a.  Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan terbesar pemikiran Freud.
b.  Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan problematika kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidaksadaran itu tidak dapat dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya.
c.  Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, di mana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan.
d.  Demikian juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran.

Dinamika Kepribadian
1.  Instink
Adalah sumber perangsang yang dibawa sejak lahir yang mengandung keinginan berupa rangsangan psikologis dan merupakan kebutuhan sebagai perangsang jasmani.
     Sifat:
-    Sumber instink: kondisi jasmaniah.
-    Tujuan instink: memenuhi kebutuhan jasmaniah.
-    Objek instink: segala sesuatu yang mengantarai keinginan dan terpenuhinya keinginan itu.
-    Pendorong instink: tergantung intensitas kebutuhan.
     Macam:
-    Instink hidup: melayani keinginan untuk tetap hidup. Contoh: makan, minum, seksual. Bentuk energi yang dipakai disebut libido.
-    Instink mati: instink yang tidak disadari bahwa setiap orang berkeinginan untuk mati

2.  Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis
a.  Energi psikis yang dimaksud oleh Freud adalah merupakan suatu aktifitas atau kegiatan yang bersifat psikologis seperti berpikir, persepsi, dan sebagainya.
b.  Pada muanya, id memiliki semua energi dan menggunakannya untuk gerakan reflek dan pemenuhan hasrat.
c.  Kemudian pindah ke ego dan terjadilah proses identifikasi, yaitu mencocokkan gambaran mental dengan kenyataan fisik.
d.  Sekali energi yang disediakan oleh instink-instink disalurkan ke ego dan super ego lewat mekanisme identifikasi maka interaksi daya-daya menahan dan mendorong bisa berlangsung. Di mana id hanya memiliki daya-daya pendorong atau kateksis, sedangkan energi ego dan super ego digunakan untuk menunjang maupun menggagalkan tujuan-tujuan instink (Freud dalam Hall and Lindzey, 1993).
e.  Terbentuk dari cara-cara id, ego, dan super ego menguasai dan memperlakukan nafsu-nafsu.
f.  Dalam hal ini, ada tiga kemungkinan: ditekan, diberi kepuasan wajar, atau diberi kepuasan dengan cara dilakukan ke arah lain (sublimasi).
g.  Di sini, peran ego sangat penting. Ego dalam proses menimbang-nimbang dibantu oleh super ego.

Perbuatan Keliru dan Mimpi
a.  Adanya fakta bahwa nafsu-nafsu ada yang ditekan ke pikiran bawah sadar, ternyata di pikiran bawah sadar nafsu-nafsu itu tidak tinggal diam, selalu bergolak untuk mendapat kepuasan.
b.  Bila sewaktu-waktu ego lemah, atau sensor terhadap id kurang, maka kemungkinan nafsu-nafsu itu muncul ke kesadaran.
c.  Munculnya nafsu-nafsu itu bisa dalam bentuk perbuatan keliru atau dalam bentuk mimpi.
d.  Contoh perbuatan keliru: seorang pemuda yang ingin memanggil nama adik perempuannya, tetapi yang disebut nama gadis lain.
e.  Mimpi terjadi apabila nafsu yang tertekan di bawah sadar muncul dalam kesadaran pada waktu orang tidur.
f.  Mimpi merupakan gejala psikis yang disebabkan karena nafsu-nafsu yang tidak dipenuhi dalam alam kenyataan dan tertekan di bawah kesadaran pada waktu orang sedang tidur.
g.  Menganalisis impian merupakan landasan yang sangat penting untuk memahami kehidupan psikis manusia.

Antara Frustasi, Konflik, dan Cemas
a.  Frustasi: ketegangan psikis yang disebabkan oleh adanya dorongan-dorongan yang tidak mendapat kepuasan.
b.  Frustasi terbagi menjadi: privasi dan deprivasi.
-    Frustasi Privasi: terjadi apabila objek kepuasan tidak tersedia.
-    Frustasi Deprivasi: terjadi apabila objek kepuasan tersedia, tetapi karena sesuatu hal orang tidak dapat mencapai objek tersebut.
c.  Frustasi yang disebabkan oleh peristiwa yang terjadi pada diri sendiri dinamakan konflik.
d.  Konflik timbul apabila dorongan yang satu bertentangan dengan dorongan yang lain, atau dapat juga terjadi bila id bertentangan dengan ego.
e.  Frustasi yang disertai takut dapat menimbulkan kecemasan.
f.  Perbedaan takut dan cemas: cemas; faktor penyebab tidak jelas, takut; objek dan faktornya telah disadari.
g.  Kecemasan punya peran utama dalam dinamika kepribadian dan perkembangan kepribadian.
h.  Kecemasan timbul dari kegagalan, sehingga kecemasan menimbulkan ketegangan dan daya dorong bagi manusia untuk berbuat menghindari objek, mengekang dorongan-dorongan, atau mengikuti suara hati.
i.   Perbuatan itu akan menentukan perkembangan kepribadian pada masa berikutnya.
j.   Kecemasan merupakan faktor utama timbulnya psikoneurosa.
k.  Kecemasan terbagi tiga: objektif, neurotis, dan moral.
1)  Kecemasan Realita
Rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada ancaman nyata.
2)  Kecemasan Neurotis
Rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan menyebabkan seorang berbuat sesuatu yang dapat membuatnya terhukum.
3)  Kecemasan Moral
Rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral.
l.   Bila kecemasan yang terjadi berlebihan, dapat menyebabkan phobia.
m. Umumnya phobia bersumber dari kecemasan-kecemasan neurotis.
n.  Kecemasan yang paling penting bagi perkembangan kepribadian manusia adalah birth trauma yang akan mempengaruhi ketakutan-ketakutan pada tahap perkembangan berikutnya.

Perkembangan Kepribadian
a.  Kematangan
Pengaruh asli dari dalam diri manusia.
Contoh: perbuatan yang dinamakan berjalan
b.  Usaha belajar
Usaha manusia untuk mengatasi ketegangan-ketegangan jiwa yang dapat menimbulkan konflik, frustasi, dan kecemasan.
c.  Cara-cara manusia mengatasi frustasi, konflik, dan kecemasan.
1)  Identifikasi
a)  Perbuatan untuk menyamakan diri dengan orang lain.
b)  Identifikasi terbagi menjadi tiga:
-    Narcistik: seperti golongan/jenisnya.
-    Berorientasi pada tujuan: memiliki kelebihan-kelebihan seperti yang dimiliki orang lain terhadap objek yang hilang.
-    Identifikasi terhadap musuh.
2)  Pemindahan (displacement)
3)  Sublimasi
a)  Displacement: pemindahan atau penyaluran pemuasan nafsu dari suatu objek ke objek yang lain.
Contoh: seorang anak dimarahi orangtuanya mungkin ia akan menyalurkan kekesalannya dengan menempeleng adiknya.
b)  Bila displacement ditujukan ke arah perkembangan kebudayaan atau ke arah positif, dinamakan sublimasi.
4)  Mekanisme pertahanan ego
Adalah campur tangan ego yang terpaksa mengambil cara ekstrem untuk menghilangkan atau mereduksi tegangan.
Kesamaan sifat Defence Mechanism:
a)  Semua menolak dan memalsukan kenyataan.
b)  Bekerja dengan tidak sadar, sehingga yang bersangkutan tidak tahu bahwa ia melakukan Defence Mechanism.

Hal-hal yang mempengaruhi Pertahanan Ego:
a)  Represi
Represi atau penekanan adalah pengertian yang mula-mula sekali dalam psikoanalisis. Freud menganggap kepribadian itu terdiri dari 3 bagian:
1.    Pikiran sadar (kesadaran)
2.    Pikiran prasadar (keprasadaran)
3.    Pikiran bawah sadar (ketaksadaran)
Represi merupakan sarana pertahanan diri yang dapat mengusir pikiran serta perasaan yang menyakitkan dan mengancam keluar dari kesadaran.
Dapat pula terjadi dengan cara melawan antikateksis (ego) atau menjelma dalam bentuk pemindahan objek.

b)  Proyeksi
Mekanisme mengubah kecemasan neurotic/moral menjadi kecemasan realistic dengan cara melemparkan impuls-impuls internal yang mengancam, dipindahkan ke objek di luar, sehingga seolah-olah ancaman itu terproyeksi dari objek eksternal kepada diri orang itu sendiri.
Inilah yang disebut dengan mekanisme pertahanan proyeksi yang didefinisikan sebagai melihat dorongan atau perasaan orang lain yang tidak dapat diterima, padahal sebenarnya perasaan atau dorongan tersebut ada di pikiran bawah sadar diri sendiri.
Jenis proyeksi yang ekstrem adalah paranoid, yaitu kelainan mental yang ditandai dengan pikiran-pikiran keliru (delusi) yang begitu kuat berupa rasa cemburu terhadap orang lain dan merasa dikejar-kejar oleh orang lain. Paranoid tidak selalu muncul akibat proyeksi, tetapi merupakan jenis ekstrem dari proyeksi.

c)  Pembentukan reaksi
Alat yang digunakan untuk menyembunyikan naluri dari kesadaran dengan mempergunakan lawannya.
Penggantian impuls atau perasaan yang menimbulkan ketakutan atau kecemasan dengan lawannya di dalam kesadaran.

d) Fiksasi
Mekanisme yang memungkinkan orang mengalami kemandegan dalam perkembangannya karena merasa cemas untuk melangkah ke perkembangan berikutnya.
Keterikatan permanen dari libido pada tahap perkembangan sebelumnya yang lebih primitif.
Fiksasi ini bertujuan untuk menghindari dari situasi-situasi baru yang dipandang berbahaya atau mengakibatkan frustasi.

e)  Regresi
Regresi sangat erat hubungannya dengan fiksasi. Pada saat libido melewati tahap perkembangan tertentu, di masa-masa penuh stress dan kecemasan, libido dapat kembali ke tahap yang sebelumnya. Langkah mundur ini dikenal dengan regresi.
Contoh: anak-anak sering menangis untuk mendapatkan sesuatu. Ketika sudah besar, dicoba dengan cara yang sama ketika ingin mendapat sesuatu, hal itu disebut langkah mundur (regresi).

f)  Displacement
Freud (1926/1959) meyakini bahwa hanya pada satu objek tunggal.
Contoh: orang yang memiliki rasa cinta yang reaktif akan membanjiri orang yang diam-diam mereka benci dengan perhatian yang berlebih. Akan tetapi pada pengalihan, orang bisa mengarahkan dorongan-dorongan yang tak sesuai ini pada sejumlah orang atau objek sehingga dorongan aslinya terselubung atau tersembunyi.

g)  Introyeksi
Introyeksi adalah mekanisme pertahanan di mana seseorang meleburkan sifat-sifat positif orang lain ke dalam egonya sendiri.

h)  Fantasi
Memuaskan keinginan yang terhalang melalui khayalan/

i)   Rejeksi
Melindungi diri terhadap kenyataan yang tidak menyenangkan dengan menolak menghadapi hal tersebut dengan cara melarikan diri.

j)   Rasionalisasi
Berusaha membuktikan bahwa perilakunya masuk akal dan dapat dibenarkan sehingga disetujui oleh diri sendiri dan masyarakat.

k)  Kompensasi
Menutupi keinginan/menghilangkan sifat yang diinginkan atau pemuasan secara berlebihan dalam satu bidang karena mengalami frustasi dalam bidang lain.

l)   Sublimasi
Mencari pemuasan/menghilangkan keinginan seksual dengan kegiatan non-seksual.

m) Undoing
Meniadakan/membatalkan suatu pikiran/keinginan yang tidak disetujui/tidak bermoral.

n)  Emotional Insulation
Mengurangi keterlibatan ego dan menarik diri menjadi pasif untuk melindungi dirinya dari kekecewaan.

o)  Isolasi (Intelektualisasi)
Memutuskan pelepasan afektif karena keadaan yang menyakitkan dengan mengubahnya menjadi hal yang berhubungan dengan logika.

p)  Simpatisme
Berusaha memperoleh simpati dari orang lain sehingga harga dirinya meningkat walaupun mengalami kegagalan.

q)  Acting-Out
Mengurangi kecemasan yang dibangkitkan oleh keinginan yang terlarang dengan membiarkan ekspresinya.


Berkaitan: